Minggu, 30 Mei 2010

PERKEMBANGAN PEMASARAN KATERING INDONESIA

Pendahuluan
Industri makanan merupakan industri yang paling prospektif di indonesia maupun di dunia. Karena suatu sifatnya yang ada kaitannya dengan urusan perut, maka industri makanan menjadi salah satu sektor yang takkan lekang dimakan waktu.

Pesatnya industri tersebut, belakangan terus menggairahkan minat pengusaha untuk menggarap bisnis makanan. Bukan hanya restoran dan kafe yang banyak bermunculan. Namun, bisnis rumahan seperti bisnis katering yang saat ini banyak bermunculan pun makin gencar bersaing di pasaran.

karena tingginya tingkat kebutuhan, usaha ini menjadi bisnis yang cukup menjanjikan. Dengan perpaduan menjalankan hobi sekaligus mendapatkan keuntungan, bisnis ini menjadi sangat menarik terutama bagi kaum hawa, yang memang biasanya lebih concern pada urusan yang satu ini. Menurut motivator bisnis Kafi Kurnia, bisnis katering adalah bisnis yang paling disukai wanita, karena berhubungan dengan dapur, yaitu masak memasak. Alasannya pertama karena hobi, akses ke bisnis ini biasanya mudah. Kalaupun kita tidak memiliki keahlian memasak, kita tinggal mencari koki atau juru masak. Kedua, membuka bisnis katering, modal pertama cukup memanfaatkan dapur yang telah ada. Ketiga, bisnis ini cukup di back-up pengetahuan yang relatif sederhana.

Dibawah ini penulis akan menyajikan beberapa contoh perkembangan pemasaran katering pada umumnya dan khusus (Katering sehat / diet katering), serta pengertian akan katering dan konsep-konsep dalam pemasarannya.



Perkembangan Pemasaran Katering Pada Umumnya


Di Indonesia perkembangan pemasaran katering sudah mencuat kemana-mana, sudah ada banyak perusahaan katering terletak di berbagai daerah pelosok indonesia, dan tujuan perusahaan tersebut hanya satu yaitu bagaimana si pelanggan puas dengan kateringnya. Beberapa perusahaan katering yang terdapat di Indonesia yaitu Sonokembang katering. Sonokembang katering merupakan usaha keluarga yang berkembang dengan pesat saat ini. Rasa masakan yang khas, suasana pesta yang mewah, dekorasi yang unik serta pelayanan yang ramah dan cekatan membuat Sonokembang berbeda dengan catering lain. Pengalaman di bidang catering serta inovasi produk dan dekorasi tiada henti yang membuat Sonokembang terus berkembang dan dipercaya oleh konsumen-konsumennya.

Kualitas yang ditawarkan oleh Sonokembang katering tidak hanya dalam rasa maupun penampilan produk yang dihasilkan, namun juga pelayanan pra acara, ketika acara dan purna acara. Produksi yang menggunakan peralatan yang modern dan canggih, mengutamakan higienitas, inovasi produk tiada henti, peningkatan SDM serta inovasi produk dan dekorasi merupakan bukti bahwa Sonokembang berusaha konsisten meningkatkan kualitasnya.

Saat ini Sonokembang memiliki banyak pelanggan loyal baik dari instansi pemerintahan untuk acara formal dan non formal misalnya : Kantor Gubernur, Bank Indonesia, Angkatan Laut dsb maupun sektor swasta dan individu. Sektor swasta yang menggelar acara-acara komersil maupun acara amal juga mempercayakan Sonokembang misalnya : Indonesian Idol, Citra Pariwara, Country Music Festival dll.

Siraman, Midodareni, Akad nikah maupun Resepsi Pernikahan merupakan rangkaian acara pernikahan yang cukup rumit. Sonokembang memiliki keahlian menangani rangkaian acara pernikahan. Budaya masyarakat yang gemar mengadakan pesta besar-besaran merupakan keahlian Sonokembang untuk menangani pesanan dengan jumlah besar dan berkualitas.

Karena perkembangan pemasaran katering Sonokembang yang cukup pesat, Sonokembang membuat group sendiri di suatu daerah seperti di daerah malang Sonokembang katering memasarkan namanya dengan nama PT. Sonokembang Wahana Jaya, kemudian untuk di daerah semarang Sonokembang menamakan dirinya dengan PT. Sonokembang Tunas Jaya dan yang terakhir yaitu di daerah Surabaya dengan nama Sonokembang Enterprises.

Selain Sonokembang katering ada juga suatu perusahaan yang perkembangan pemasarannya cukup tinggi, yang sama bergerak di bidang katering yaitu JAS Catering, ia merupakan salah satu lini logistik milik Cardig Internasional yang bergerak dalam bidang makanan selain layanan transportasi udara. Ada tiga perusahaan katering & distribusi makanan yang dimasukkan ke lini logistik di bawah bendera JAS Catering. Ketiga perusahaan tersebut ialah PT Pangansari Utama (PU), PT Purantara Mitra Angkasa Dua, serta PT Jasapura Angkasa Boga (JAB) di Bali yang fokus pada bisnis katering in-flight.

Namun, di antara bisnis kateringnya, yang terbesar adalah PU. Bahkan, Diono berani mengklaim PU merupakan pemain terbesar di segmen katering industri. Banyak perusahaan besar yang berhasil digaet PU sebagai klien. Sebut saja, sebagai contoh, PT Freeport Indonesia, PT Caltex Pacific, BP Java Sea Project, RSPP Jakarta dan Carrefour. Dalam sehari PU mampu menyiapkan sampai puluhan ribu paket makanan untuk katering perusahaan pertambangan di remote area dan rumah sakit. Di segmen katering industri, Diono mengklaim PU adalah yang terbesar. Selain itu, PU juga melayani town catering, seperti untuk RSPP Jakarta, RS Husni Thamrin dan Sekolah Pelita Harapan. Kontribusi pendapatan dari katering industri 70% dan sisanya town catering. Idealnya, menurut Adji, diharapkan komposisinya bisa 50:50.

Dalam perkembangannya, bisnis katering tumbuh signifikan. Setelah sebelumnya hanya memasok makanan, karena tuntutan klien, JAS Catering kini juga melakukan pekerjaan memasak makanan, sehingga produknya berupa makanan siap santap (meals).

PU termasuk anak usaha yang saat ini sangat bagus kondisinya, khususnya dalam pengembangan pasar. Omset PU sekitar Rp 500 miliar/tahun. “Dengan kompetensi yang ada, kami kembangkan ke sektor ritel melalui town catering”. Ujar Adji Gunawan, Chief Operational Officer Cardig International dan Presdir PU.

Untuk bisnis JAS Catering, kini tidak hanya memasak dan menjual produknya, tapi juga menyediakan facility management dengan kegiatan layanan yang rangkap. Maksudnya, selain menyediakan katering, ia menangani permintaan klien untuk mengurusi pertamanan, akomodasi guest house, dan sebagainya. Ini misalnya sudah dilakukan dengan Paiton dan Freeport.


Perkembangan Pemasaran Katering Khusus (Makanan Sehat)

Dalam perkembangan pemasaran katering khusus (yaitu makanan makanan sehat atau orang sering menyebutnya dengan diet katering ini cukup berbeda perkembangannya dengan katering yang pada umumnya di pasaran. Bahkan mungkin masih bisa dihitung. Tapi dengan kondisi tersebut lah bisnis ini diyakini memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh pelakunya.

Dalam hal ini penulis membawakan contoh suatu perusahaan katering yang mengkhususkan diri dalam katergori diet katering yaitu “My Meal Catering”. Pemilik perusahaan ini bernama Ignatius Zaldy, ia mengaku termotivasi untuk memulai usaha katering diet karena pengalaman pribadinya. “Saya kebetulan punya masalah hipertensi, sempat juga asam urat tinggi dan juga kelebihan berat badan. Ketika itu sulit mencari jasa katering untuk diet. Jika pun ada, tidak bisa mengantar ke tempat,” urai Zaldy. Dalam perusahaan katering ini setidaknya dibutuhkan perlengkapan memasak, ahli gizi dan karyawan yang akan mengolah masakan, serta tidak lupa sumber daya yang akan mengantarkan pesanan ke rumah pelanggan. Zaldy mengaku menghabiskan uang sekitar Rp400 juta untuk memulai usaha ini. Itu sudah termasuk untuk renovasi tempat, dan membeli peralatan masak.

Tidak memiliki latar belakang ilmu gizi dan masak memasak tidak menghalang kesuksesan bisnis ini. Toh pebisnis bisa meng-hire sumber daya untuk mencukupi kebutuhan tersebut. My Meal yang saat ini melayani daerah Jakarta dan Tangerang serta sedang mengembangkan ke kota lain, kata Zaldy, memiliki 2 ahli gizi dan 7 koki.

Didirikan pada Januari 2006 menurut Zaldy memiliki perkembangan lumayan. Dengan pesanan berdatangan sekitar 30% dari konsumen untuk kebutuhan diet, 50% untuk orang sakit dan sisanya ibu hamil dan menyusui,  dalam sebulan My Meal bisa mengumpulkan omset sekitar Rp90 juta per bulan, dengan keuntungan bersih sekitar 25%-nya. Disesuaikan dengan bahan baku dan pelayanan yang diberikan,  tentu saja harga yang ditetapkan bagi produk kalangan menengah atas ini  jauh  lebih tinggi dari katering menu biasa.  Untuk menu orang sakit dengan minimal pemesanan untuk 15 hari misalnya, My Meal mengenakan biaya Rp1,8 juta.

Persaingan pada usaha katering diet terutama spesifik organik menurut Zaldy masih sempit. Memang diakui juga tidak sedikit orang yang mencoba membuka usaha serupa, namun usahanya tidak berumur panjang. Mengapa? “Saya rasa mereka tidak menangani dengan serius bisnisnya,” kata Zaldy.

Menurut Zaldy, dalam bisnis katering diet, pelayanan dalam hal kesehatan benar-benar harus diperhatikan. My Meal, kata Zaldy, merupakan katering pertama di Indonesia menggunakan Bio Scan untuk mendiagnosa komposisi tubuh dan software gizi modern yang mengkalkulasi secara akurat gizi makanan. Selain itu usaha ini menyediakan layanan konsultasi dengan ahli gizi free bagi para pelanggan. “Ahli gizi itu harus ada. Kita tidak mau memberikan menu makanan yang salah bagi pelanggan,” ujarnya.

Selain juga masalah supply bahan baku dan juga ketepatan waktu pengiriman juga harus dipersiapkan dengan baik. Untuk supply kita harus lebih banyak kerjasama dengan supplier, dan delivery juga ditambah armadanya jika dirasa kurang,” kata Zaldy.

Usaha katering diet lain bernama Prima Diet, milik Peni M Hartanto. Bagi Peni M. Hartanto, selain ingin mengajak orang lain hidup sehat, alasan ia memilih bisnis ini karena merupakan bisnis langka yang menjanjikan karena tak mudah menyediakan menu yang pas bagi penderita penyakit tertentu. Karena itu, lulusan Fakultas Kedokteran UI ini berniat melakukan aktivitas produktif yang tak jauh dari tema kesehatan. Sebagaimana tertera pada websitenya www.primadietcatering.com , Prima Diet yang didirikan pada Oktober 1999 selain menyediakan paket untuk diet berat badan, dan bagi orang sakit, juga menyediakan program Company Healthy Eating Program Program khusus bagi para profesional yang membutuhkan makanan dengan gizi seimbang namun tetap terukur kalorinya ( 600-800 kalori ) sesuai dengan umur, berat badan, tinggi badan dan aktivitas harian, disamping juga diet corner yaitu stan makanan khusus diet pada acara pesta atau pertemuan keluarga. Bisnis yang dimulai dengan modal Rp15 juta untuk membeli peralatan tersebut saat ini melayani Jakarta, Tangerang dan Bekasi.


Berbagai Faktor yang Mendorong Pentingnya Pemasaran Katering

Alasan apa yang menyebabkan Usaha katering tumbuh sangat cepat?

1. Perubahan Demografis
Semua orang pasti butuh makan. Meningkatnya Populasi manusia yang hidup melalui makan dan minum, membuat usaha katering pun akan bermunculan dimana-mana.

2. Perubahan Sosial
Meningkatnya jumlah wanita pekerja mengembangkan dari fungsi di dalam rumah ke fungsi di luar rumah. Hal ini menghasilkan pertumbuhan pesat dalam industri jasa tertentu termasuk jasa health care, pendidikan, makanan cepat saji/katering, jasa pribadi lainnya.

3. Perubahan Perekonomian
Meningkatnya spesialisasi mengarahkan pada kepercayaan yang lebih besar terhadap penyedia jasa katering.






Tahap Perkembangan Katering

Usaha katering erat kaitannya dengan tahap perkembangan aktivitas ekonomi. Tahap perkembangan aktivitas ekonomi meliputi:

a. Primer (ekstraktif)
b. Sekunder (barang), meliputi pemanufakturan dan pemrosesan.
c. Tersier ( domestik) terdiri atas restoran dan hotel.
d. Kuarter (perdagangan)
e. Kuiner (perbaikan dan peningkatan kapasitas manusia)

1 komentar:

rempah masak mengatakan...

kami dari rempahmasak.com menjual sayuran dan bumbu masakan secara online. menyuplai restoran, hotel, ketring dan usaha kuliner lainnya secara rutin. hub. 081317837495